Wajah-wajah Indonesia di Volendam

volendam

“Gus Dur aja berfoto di sini, masak kita enggak?” komentar seorang Ibu pada suaminya sambil mengamati etalase sebuah studio foto pakaian tradisional kampung nelayan di Volendam, Belanda.

Di etalase itu memang terpampang foto Gus Dur dan keluarga berpose mengenakan busana tradisional Belanda. Mantan Presiden RI lain yang fotonya dipajang di sana adalah Megawati dan almarhum suaminya, Taufik Kiemas. Selain kedua tokoh politik tersebut, sederet wajah artis Indonesia menghiasi etalase dengan senyum ceria. Ada Rano Karno, Titiek Puspa, Maya Rumantir, Debby Sahertian, dan banyak lagi. 

Iseng-iseng saya menghitung, ada lebih dari 15 pigura berisi wajah keluarga orang ternama dari Indonesia. Sisanya, sekitar 4-6 foto wajah bule, barang kali juga orang terkenal di negeri asalnya. Padahal ada sejumlah studio foto yang berderet di kampung nelayan ini. Memang tak semuanya memiliki etalase kaca. Namun studio yang memiliki etalase, bisa dipastikan memasang wajah-wajah orang ternama Indonesia.

Begitu banyak kah orang Indonesia yang berwisata ke Volendam? Rasa penasaran menghantui saya sejak pertama kali melihat etalase-etalase studio foto di Volendam. Rasa-rasanya, dari penglihatan mata saat berkunjung ke Volendam, lebih banyak pelancong bule yang mondar-mandir di kawasan pinggir laut ini. Memang ada beberapa orang Indonesia yang saya temui, tapi tak sebanyak yang berambut blonde.

Jadi kenapa foto wajah Indonesia lebih mendominasi di etalase itu ya? Apakah berfoto baju trandisional baju Belanda memang menjadi kegemaran wisatawan Indonesia saja?

Pertanyaan berikutnya mengganggu rasa penasaran saya lagi. Maka setiap ke kampung nelayan yang terletak di sisi utara negeri Belanda ini, saya tak bosan mengamati studio-studio foto tersebut. Kebetulan saya berkesempatan mengunjungi Volendam beberapa kali, menemani backpacker Indonesia.

Ternyata ada salah satu studio foto, yang hampir selalu dipenuhi rombongan wisatawan Indonesia. Studio foto itu sering saya lihat berjubal turis Indonesia. Group tour Indonesia umumnya menjadikan foto kostum tradisional ini sebagai salah satu agenda perjalanan yang sudah tertera dalam itinerary. Jadi mau nggak mau, kalau ikut tour ya akan diajak ke studio foto Volendam. Tapi ada pula rombongan wisatawan Indonesia yang mendapat bonus gratis foto kostum di Volendam setelah berbelanja di salah satu toko pengasahan berlian yang cukup populer. Belanja dulu, baru dapat bonus foto kostum.

Rombongan wisatawan Indonesia tersebut biasanya berjumlah besar, sekitar 25-40 orang. Sudah pasti mereka menggunakan bus pariwisata yang dicarter khusus untuk membawa rombongan keliling Belanda dan kota-kota lain di Eropa. Foto kostum biasanya dilakukan secara group alias rame-rame dulu setelah itu bergantian satu persatu atau bersama pasangan dan keluarga masing-masing. Bagi yang sudah selesai berfoto, bisa menikmati sisa waktu sebelum kembali ke bus. Bisa belanja souvenir atau makan siang sembari menikmati keindahan pemandangan laut utara Belanda.

Hal ini berbeda dengan rombongan countryside tours dari sebuah agent perjalanan di Amsterdam yang pesertanya kebanyakan non Indonesia. Pesertanya campur aduk dari berbagai benua, ada juga yang dari Eropa. Paket tour setengah hari yang ditawarkan mengunjungi Volendam, Marken, dan Windmill (Zaanse Schans) ini tidak memiliki agenda khusus berfoto kostum di Volendam.

Kebetulan saya pernah 3-4 kali mengikuti paket bus tour ini. Begitu  tiba di Volendam, rombongan diajak berjalan kaki menyusur perkampungan nelayan yang cantik dan unik dengan gaya arsitekturr khas Belanda. Perjalanan sekitar 15 menit itu akan berakhir di kawasan wisata Volendam, mengunjungi Cheese Factory untuk menyaksikan demo pembuatan keju. Setelah demo pembuatan keju berakhir disertai belanja-belanji aneka rasa keju Belanda, rombongan digiring ke sebuah restoran yang menyajikan menu seafood khas perairan negeri Belanda. Nggak harus makan di sana sih, boleh juga di tempat lain atau sekedar mengisi waktu untuk belanja souvenir. Tour guide akan menginformasikan jam berapa untuk berkumpul kembali di meeting point karena akan melanjutkan naik ferry menyeberangi laut menuju Marken.

Sama sekali nggak ada agenda foto-fotoan kostum tradisional. Saat saya menanyakan pada tour guide, apakah di Volendam akan diberi waktu khusus untuk berfoto baju Belanda, dia menjawab seperti ini, “No, you can take photos in Amsterdam.” Katanya, di Amsterdam juga ada beberapa studio foto. Artinya, ke Volendam kali ini bukan buat foto-fotoan, tapi buat melihat proses pembuatan keju, makan seafood, dan mencicip penyeberangan ferry.

Jadi, jika pergi ke Volendam tidak bersama rombongan group tour reguler ala paket travel agent Indonesia, maka, terpaksalah berpacu dengan waktu jika ingin berfoto baju Belanda. Tak perlu cemas, karena ada beberapa studio foto yang berderet di sepanjang pantai, bisa memilih setudio foto yang sepi nggak banyak antrian. Juga bisa bertanya dulu ke petugasnya, berapa lama proses foto sampai selesai dicetak. Proses berfoto sebenarnya cukup singkat, rata-rata 15 menit sudah selesai termasuk ganti kostum. Jika petugas mengatakan lebih dari 15-30 menit, sebaiknya memilih studio foto yang lain. Mungkin dia memang sedang banyak orderan.

Pilihan kostum berdasar size sudah digantung rapi di studio, tinggal pilih yang sesuai ukuran. Kita juga tak perlu melepas pakaian. Tinggal kenakan kostum tersebut, seperti pake jas. Background untuk berfoto sudah tertata di studio, tinggal memilih posisi mau duduk atau berdiri, sambil bawa bunga atau alat musik tradisional yang juga sudah disiapkan. Setelah itu, say cheese and click. Foto siap dicetak dengan ukuran dan jumlah sesuai permintaan.

Biaya sekali foto, untuk satu orang, sekitar EUR 15 akan mendapatkan 1 lembar foto ukuran besar 20 x 30cm. Jika dalam satu foto berisi 2 orang, biayanya jadi EUR 20. Berfoto keluarga 4 orang, biayanya EUR 28. Jika ingin mencetak lebih dari 1 lembar, biaya tambahan per lembar EUR 5 untuk ukuran besar dan EUR 2.5. Jika ingin meminta soft copy dalam bentuk CD, nambah lagi biaya sebesar EUR 5.

Lumayan menguras kantong juga ya. Sudah harus berfoto buru-buru, biayanya pun nggak murah. Itulah sebabnya sampe saat ini, meski sudah lebih dari sepuluh kali ke Volendam, saya belum tergoda untuk berfoto kostum ria.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s